Sabtu, 05 Maret 2016

Surat Untuk Cinta Terkuat Ellena


Untukmu,
Cinta terkuat dalam hatiku.

Untuk cinta terkuatku, surat ini untukmu. Simpanlah dalam pejammu.
Aku sangat senang bisa mengenalmu, hingga waktu membawaku lebih dalam untuk memahamimu. Aku bersyukur, aku bisa menjadi kekasihmu. Aku bisa memberikan semampunya aku untukmu. Aku senang kau apa adanya, aku senang kau percayaiku penuh, kau menceritakan sedih dan bahagiamu, hari-harimu, mimpi-mimpimu.
Aku akan selalu mengingat pesan-pesanmu. Kau tak suka aku kurus, kau tak suka aku yang sering menahan kantuk, kau tak suka aku yang tercampur alcohol, kau tak suka aku ditengah angina malam, kau tak suka aku yang berlebihan yang tak tau tempat, kau tak suka aku terlalu cemburu, kau tak suka aku yang kadang lupa ibadah.
Bersamamu aku menjadi lebih baik, kau membimbingku menjadi orang yang percaya diri, selalu ingat keluarga dan Tuhan. Tak bersamamu aku banyak belajar, aku menjadi seorang penyabar.
Terimakasih, kau selalu mengingatkan apapun dari hal terkecil sampai terbesar sekalipun. Maaf untuk semua kesalahanku. Apapun itu..
Dimanapun kau berada, jagalah dirimu baik-baik.
Pergilah bersama doa-doa yang suci. Semoga kau selalu bahagia.

Dariku,
Seseorang yang selalu membuatmu marah.

Surat Untuk Seorang Wanita Yang Selalu Ada


Untukmu,
Seseorang yang pernah ku kecewakan.

Kau yang kucintai, aku ingin mengutarakan semua isi hatiku selama ini, besok aku akan menikah dengan pilihanku. Saat ini aku sedang berbohong, yang dia tau sekarang aku sedang membeli makanan untuknya, tapi pada kenyataannya, aku menulis ini untukmu.
Baiklah.. aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya yang selama ini aku rasakan, aku menyesal pernah menyerah dalam hubungan kita, itu semua karena aku baru sadar ternyata memang kau seseorang yang sebenarnya aku butuhkan.
Kau tau? Kenapa aku bisa bersamanya? Itu semua karena pikiranku kacau, jiwaku tak karuan karena melihat kau bersama seseorang yang baru dalam hidupmu, yang kudengar-dengar dia sangat kau cintai.
Bahkan, hebatnya lagi aku bisa merasakan kekuatan cintamu untuknya. Pikiranku selalu dihantui dengan penyesalan karena tak mengejarmu lagi, mempertahankan kita.
Andai saja saat itu aku berjuang, aku yakin tak akan ada dua orang yang memang Tuhan sudah takdirkan untuk menjadi pengganti aku atau kau di kisah kita.
Terlalu banyak kata “andaikan” di dalam hidupku, kata “andaikan” yang sebenarnya hanya menjadi penenang sesaat, yang sebenarnya hanyalah hal yang sia-sia.
Waktuku tak banyak, aku harap kau mengerti aku.
Sekarang aku sudah lega, akan ku lepaskan seluruh kau dari hatiku. Aku tak ingin menyakiti seseorang yang sangat tulus pada kehebatanku dalam berpura-pura.
Cintaku dan seluruhku akan kuberikan padanya.
Terimakasih wanita yang luar biasa cantik hatinya, inilah keputusanku. Semoga kau menjadi keputusan orang yang benar-benar mencintaimu dengan polosnya.

Dariku,
Lelaki yang penuh sesal.

Jangan Khawatirkanku

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa, tanpa pesanpun aku sudah pernah. Ku tahu kau lelah. Inginku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Bersumpah aku sudah pernah, tepat dipunggung kakimu. Tetapi kau tetap tinggalkanku saat kau merasa aku bukan aku yang seperti maumu.

Usahaku kau lihat tetapi tak kau rasakan. Aku yakin akan itu, sekalipun kau tetap saja tinggalkanku. Tak pernah ku lupa saat tanganku membekas biru, saat aku meyakinkan rasaku dalam sebuah pelukan

Kau bilang kau tak sudi melihat wajahku, aku tetap saja bersujud pahami pilumu. Aku sadar, aku tak tahu malu, karena kau selalu mengingat pesanmu. "Tak usah malu dalam mencintaiku, ku terimamu dalam seluruhku."

Aku sempat merasa tiap pertemuan adalah pertemuan terakhirku bersamamu, karena kau mudah meninggalkanku. Aku tak menganggap kau acuhkanku, aku tau kau takut kehilanganku.

Aku akan menjatuhkan diriku serendah-rendahnya tepat dihadapanmu, bersama rasamu yang tak percaya akan rasaku. Aku mengharapkan percayamu menghadapi keterbatasanku.
Semoga aku masih bisa berdiri tepat dihadapanmu, untuk menciummu dengan lembutnya, untuk memelukmu dengan hangatnya, untuk pahamimu dengan sabarnya. Dan mengatakan bahwa aku ingin terus bersamamu sekalipun dalam titik terendah hidupmu.

Melukis Seorang Kau

Aku melukis indahnya ditiap kata yang ku tulis.
Sekalipun ia sering buatku menangis.
Benda matipun berkata ia sadis.
Tapi dimataku dia tetap seorang pria yang manis.

Aku melukis tamparannya ditiap nada yang kususun
dalam sebuah lagu yang dapat ia dengarkan saat mengenangku.
Sekalipun dia telah membuatku malu.
Benda matipun berkata aku tak tahu malu.
Tapi dihatiku memang hanya dia seorang pria yang mampu membuatku
tersipu malu.

Aku melukis kenangan ditiap doa-doaku untuk bahagianya, keselamatannya.
Sekalipun ia tak pernah segan membuatku luka.
Benda matipun berkata sepertinya aku benar-benar cinta.
Tapi ketahuilah, semampunya aku berlari untuk menjauh untuk seluruhnya,
tetap saja tak bisa.

Mengerti Diri Sendiri

Terpisah oleh sebuah rasa ketidaktahuan.
Tak mendekati karena tak ingin menaruh harapan sedikitpun.
Dan menyimpan rindu dalam rasa tak siap untuk sakit hati.
Selama ini, yang kau tahu, kau menaruh harapan padaku.
Yang aku tau, aku menaruh harapan padamu.
Sekarang, kita harus sama-sama mengerti diri sendiri saja.
Inilah kenyataannya.
Kau tak pernah tau, bahkan kau tak sadar bila aku menaruh harapan selama ini.
Yang kau tau hanya kau yang mencintaiku.
Kau tak pernah mencoba melihat bagaimana aku padamu.



Selasa, 13 Oktober 2015

AKU CINTA SELURUHMU

Aku cinta wajahmu
Karena kau, aku melihat ciptaan Tuhan yang amat mencintaiku
Aku cinta rambutmu
Karena kau memberiku tempat untuk membelai
Aku cinta keningmu
Karena kau membiarkan jari-jariku berjalan-jalan bersama sebuah rasa
Aku cinta matamu
Karena kau selalu memandangku dengan pahamiku
Aku cinta hidungmu
Karena kau selalu rindu aroma tubuhku
Aku cinta bibirmu
Karena kau selalu menyebut namaku didalam setiap rindumu
Aku cinta telingamu
Karena kau tak pernah bosan mendengar suka dukaku
Aku cinta pipimu
Karena kau membuatku rindu akan mencium
Aku cinta lehermu
Karena kau membuatku rindu akan aroma tubuh seorang penyabar

Aku cinta pundakmu
Karena kau selalu memintaku untuk bersandar saat aku lelah
Aku cinta dadamu
Karena kau selalu memberi kekuatan disetiap degup jantungmu
Aku cinta tanganmu
Karena kau tak pernah lelah penuhi mauku
Aku cinta jari-jarimu
Karena kau selalu mengusap pipi basahku dan murungku
Aku cinta kakimu
Karena kau tak kenal lelah membawaku pergi menjemput sebuah impian
Aku cinta tubuhmu
Karena kau selalu yakinkanku kau itu milikku
Aku cinta caramu
Karena kau ajarkan ku cara untuk mencintai cinta
Aku cinta tingkahmu
Karena kau tak pernah bosan membuatku tak bosan
Aku cinta muakmu
Karena kau tak ingin aku menjadi seseorang yang bandal

Aku cinta marahmu
Karena kau ingin aku dekat dengan Tuhan
Aku cinta bencimu
Karena kau ingin aku tak kemana-kemana
Aku cinta lucumu
Karena kau tak pernah puas melihat tawaku tanpa air mata
Aku cinta sedihmu
Karena kau membuatku ingat aku ini milikmumu
Aku cinta air matamu
Karena kau membuatku sadar aku ini berarti untukmu

Aku cinta hatimu
Karena kau selalu memberi dengan hati-hati
Aku cinta janjimu
Karena kau tak pernah membuatku menunggu
Aku cinta nakalmu
Karena kau memperlihatkan siapa kau didepan atau dibelakangku

Aku cinta wanita-wanitamu
Karena kau memperlihatkan cukup pantaskah kau sebenarnya untukku
Aku cinta jujurmu
Karena kau tau dibohongi itu menyakitkan
Aku cinta bohongmu
Karena kau tak ingin melihatku larut dalam sebuah tangis
Aku cinta syukurmu
Karena kau selalu menuntunku untuk dekat dengan Tuhan
Aku cinta keluargamu
Karena kau selalu memberiku semangat untuk membanggakan dan membahagiakan keluargaku
Aku cinta karyamu
Karena kau menunjukan bahwa aku ini beruntung
Aku cinta tulisan tanganmu
Karena kau membuatku tertawa karena alasan yang bodoh
Aku cinta suaramu
Karena kau aku lupa aku sedang marah
Aku cinta cintamu
Karena kau, aku sadar aku harus mencintai diriku dalam-dalam

Aku mencintaimu tanpa berfikir
Aku mencintaimu tanpa ku buat-buat
Aku mencintaimu karena Tuhan


- Egha Latoya

Senin, 12 Oktober 2015

MENCINTAI CINTAKU


Dalam diam kita saling memeluk dan bertukar air mata, tak pernah lelah tanganmu menghapus air mataku. Hingga akhirnya aku tau yang sebenarnya, yang selama ini kau rasakan sendiri.

Aku tau, kau pribadi yang sangat tertutup, kau tak mudah berucap sayang, kau pandai buatku marah. Tapi sayangnya marahku tak pernah mengalahkan rasa sayangku kepadamu.

Kau hebat, karena dengan pandainya kau cepat buat tawaku lepas didalam air mataku dan menjadikanku menjadi seseorang yang apa adanya dalam segala hal.

Dan pada malam itu aku tau apa yang membuat kau mencintaiku, kau mengagumi apa adanya aku dalam mencintaimu. Kau mencintaiku karena caraku mencintaimu, hingga satu cemooh orang untukku bagaikan beberapa ton karung berisi batu menghancurkan hatimu.

Disisi keras dan malumu, kau berkata "Tak pernah aku inginkan, seseorang yang aku sayangi dijatuhkan tepat dihadapanku, entah apa rasanya ini, sakit atau apa, aku tak pernah tahu". Surga kecil tepat didepanku, malaikat kecil berbisik lembut "Dia menyayangimu".


- Egha Latoya